Naik Sinukaban: Perlu Pembuatan Cek Dam di Hulu

By prohumasi

Perlunya pembuatan cek dam di daerah hulu. Demikian dikatakan Pakar Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Konservasi Tanah dan Air Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Naik Sinukaban, terkait banjir Jakarta 2007.


Menurutnya, cek dam merupakan salah satu teknik konservasi tanah dan air yang sederhana, namun berguna untuk menampung air hujan yang turun. Dengan demikian dapat menurunkan koefisien aliran permukaan sungai yang selama ini menjadi penyebab banjir di daerah Jakarta dan sekitarnya.

“Di setiap sungai di daerah hulu hendaknya dibangun Cek Dam. Cukup dengan ukuran kecil, misalnya dengan daya tampung sekitar 100 atau 200 meter kubik. Selain dapat mencegah banjir, Cek Dam juga dapat memberikan manfaat untuk irigasi dan sebagainya,” kata Prof. Naik saat melakukan diskusi dengan wartawan di Bale Wartawan kampus IPB Darmaga, Jumat (9/2).


Tingginya aliran permukaan, disebutkan Prof. Naik, juga mengakibatkan hilangnya jumlah air sebanyak 1,5 miliar liter kubik di setiap musim hujan. Padahal, dengan jumlah tersebut, dapat memenuhi kebutuhan air bagi 11 juta warga Jakarta dan dapat mengairi sekitar 20 ribu hektar area persawahan.
Lebih lanjut Prof. Naik menjelaskan, masalah banjir
Jakarta hanya bisa diselesaikan jika Pemerintah Pusat melakukan intervensi, yakni dengan membuat badan khusus untuk menanganinya. Sebab DAS Jabodetabek melibatkan lebih dari satu pemerintah provinsi dan menyangkut departemen terkait, seperti Departemen Pertanian dan Departemen Kehutanan.

Menyinggung proyek Banjir Kanal Timur yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, Prof Naik mengatakan, hal tersebut perlu dilakukan, namun tidak cukup efektif. Karenanya ia mengusulkan, sebagian pendanaan proyek tersebut, hendaknya bisa diperuntukkan bagi pembuatan Cek Dam di daerah hulu. (nm)

Leave a Reply